
Kasus dugaan kekerasan kembali mencoreng dunia pendidikan. Seorang siswi kelas 1 SD Negeri 150 Palembang, berinisial F (7), pulang sekolah dengan kondisi mata merah, lebam, dan pembuluh darah pecah. Peristiwa itu langsung mengundang keprihatinan publik setelah keluarga korban melapor ke polisi.
Ibu korban, masih tak percaya anaknya bisa pulang dalam keadaan mengenaskan.
“Pas saya lihat, matanya merah dan bawahnya lebam. Saya tanya kenapa, anak saya malah diam saja,” ujar Sukrisnawati dengan suara bergetar, Selasa (4/11/2025).
Kejadian itu bermula pada Senin, 27 Oktober 2025. Sekitar pukul 09.00 WIB, F baru saja pulang sekolah seperti biasa. Namun, sang ibu terkejut melihat perubahan fisik pada wajah anaknya.
Setelah mencoba bertanya ke teman-teman sekelas F, mereka mengatakan tak ada perkelahian di kelas. Beberapa murid bahkan menyebut F sempat dimarahi oleh gurunya sebelum pulang
Kondisi F kini menjalani perawatan di rumah sakit untuk memastikan tidak ada kerusakan pada penglihatan. Dari hasil pemeriksaan awal, pembuluh darah di salah satu mata korban pecah akibat benturan keras.
Kasus F mendapat perhatian luas di media sosial. Banyak warganet mengecam dugaan kekerasan yang dilakukan oleh oknum guru terhadap murid SD.
Sejumlah aktivis perlindungan anak juga menilai kasus ini harus diproses secara hukum, bukan hanya diselesaikan secara internal.