
Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) mengumumkan telah mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Timnas Indonesia, Patrick Kluivert. Kerjasama yang diakhiri termasuk seluruh tim kepelatihannya. Keputusan ini diambil melalui mekanisme mutual termination (penghentian bersama) antara kedua belah pihak.
Keputusan diambil beberapa hari setelah kekalahan Indonesia atas Irak dengan skor 0-1. Kekalahan itu yang menutup peluang Indonesia untuk lolos ke Piala Dunia.
Dalam pernyataannya, PSSI menyatakan bahwa pemecatan ini terjadi setelah melalui diskusi terbuka dan penuh rasa saling menghormati.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menyampaikan apresiasinya atas kontribusi Kluivert dan tim kepelatihannya selama hampir 12 bulan bekerja untuk sepak bola nasional.
Latar Belakang Akhiri Kerjasama
Indonesia gagal mempertahankan asa mereka menuju Piala Dunia 2026 setelah kalah dari Arab Saudi dan Irak di babak keempat. Hasil tersebut menjadi penyebab langsung putusnya peluang Indonesia untuk lolos. Selama masa menukangi Indonesia, Kluivert menang sebanyak 3 kali, imbang 1, dan kalah 4 kali dari total 8 pertandingan.
Media lokal maupun Belanda menyoroti performa tim, gaya kepelatihan yang dianggap kurang adaptif terhadap karakter pemain Indonesia. Banyak kritikan sebab ekspektasi tinggi publik yang tidak terpenuhi.
Meskipun kontrak Kluivert awalnya direncanakan hingga 2027, PSSI dan Kluivert memilih menyudahi kerja sama lebih awal atas dasar kesepakatan Bersama.
Selain Kluivert, staf pelatih seperti Alex Pastoor, Denny Landzaat, Gerald Vanenburg, hingga staf pendukung lainnya juga ikut diberhentikan dari peran kepelatihan di tim senior maupun tim U-23 dan U-20.
PSSI kini fokus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program pembinaan dan menyusun strategi tim nasional. Tiga target utama PSSI yaitu masuk ke 100 besar dalam peringkat FIFA, tampil baik di Piala Asia 2027, serta Piala Dunia 2030.