
Oleh : Canda Gita Clarisa Br Ginting, Debora Br Sitepu ( Mahasiswa Universitas Quality )  Â
Kemampuan membaca dan menulis adalah suatu hal yang paling penting di dunia pendidikan. Membaca dan menulis merupakan keterampilan dasar yang harus atau wajib dikuasai siswa Sekolah Dasar. Dengan membaca , siswa mampu memahami berbagai informasi, sedangkan dengan menulis siswa dapat menyampaikan ide, perasaan dan pengalamanannya sendiri. Maka dari itu, pembelajaran Bahasa Indonesia sangat perlu dirancang dengan suatu model yang sesuai dengan materi dan perkembangan siswa supaya tujuan pembelajaran dapat tercapai secara opimal.
Siswa yang duduk di bangku SD cenderung lebih mudah belajar jika pembelajaran disajikan dengan sederhana dan melibatkan aktivitas langsung (melibatkan peran mereka dalam belajar). Pemilihan model pembelajaran yang cocok yang dapat membantu siswa dalam memahami materi membaca dan menulis harus tepat. Karena akan mempermuda siswa dalam memahami pembelajaran dan siswa juga tidak merasa terbebanu dan lebih semangat serta termotivasi untuk belajar. Pemilihan model pembelajaran yang tepat akan memudahkan kita sebagai pendidik atau guru dalam penyampaian materi kepada siswa, dimana pemahaman siswa juga lebih baik sehingga penyampaian materi saat pembelajaran tersampai dengan maksimal.
Model pembelajaran terpadu membaca dan menulis merupakan model yang menghubungkan kegiatan membaca dengan kegiatan menulis. Dalam model ini, siswa tidak hanya membaca teks, tetapi juga menggunakan hasil bacaannya sebagai bahan untuk menulis. Hal ini membantu siswa memahami isi bacaan sekaligus melatih kemampuan menulis.
Agar pembelajaran berjalan efektif, model ini perlu disesuaikan dengan materi pelajaran. Untuk kelas rendah, materi membaca dapat berupa kata, kalimat sederhana, dan teks pendek. Kegiatan menulis difokuskan pada menyalin kata, melengkapi kalimat, dan menulis kalimat sederhana. Untuk kelas tinggi, materi membaca dapat berupa teks cerita, teks informasi, dan teks sederhana lainnya. Kegiatan menulis dapat dikembangkan menjadi menulis paragraf, membuat ringkasan, dan menulis cerita pendek. Penyesuaian ini membantu siswa belajar sesuai dengan kemampuan mereka.

Contoh Kegiatan Pembelajaran di Kelas
Kegiatan Membaca Bersama
Guru membagikan teks cerita pendek tentang kehidupan sehari-hari, misalnya cerita tentang kegiatan di sekolah. Guru membaca teks terlebih dahulu sebagai contoh, kemudian siswa membaca bersama-sama. Setelah itu, beberapa siswa diminta membaca secara bergiliran. Guru membantu membenarkan lafal dan intonasi siswa.
Tanya Jawab Isi Bacaan
Setelah kegiatan membaca, guru mengajukan pertanyaan sederhana, seperti siapa tokoh dalam cerita, apa yang terjadi dalam cerita, dan di mana peristiwa berlangsung. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih pemahaman membaca siswa.
Kegiatan Menulis Berdasarkan Bacaan
Siswa diminta menuliskan kembali isi cerita dengan kalimat sederhana sesuai kemampuan mereka. Untuk kelas rendah, siswa dapat menulis beberapa kalimat pendek. Untuk kelas tinggi, siswa dapat menulis satu paragraf atau menceritakan kembali dengan bahasa sendiri.
Menulis Pengalaman Pribadi
Guru mengaitkan bacaan dengan pengalaman siswa. Misalnya, setelah membaca cerita tentang kegiatan di sekolah, siswa diminta menulis pengalaman mereka sendiri di sekolah. Kegiatan ini membantu siswa menuangkan ide ke dalam tulisan.
Membacakan Hasil Tulisan
Beberapa siswa diberi kesempatan untuk membacakan hasil tulisannya di depan kelas. Guru memberikan apresiasi dan masukan sederhana agar siswa semakin percaya diri dan termotivasi.
Di kelas rendah yaitu kegiatan membaca difokuskan pada pengenalan kata dan kaliamt sederhana, sedangkan menulis diarahkan pada menyalin dan melengkapi kalimat. Pada kelas tinggi, kegiatan membaca difokuskan pada pemahaman teks, sementara menulis diarahkan pada penyusunan paragraf dan cerita sederhana.
Peran guru sagat penting sekali , dimana guru sebagai pembimbing yang mengarahkan siswa selama kegitaan membaca dan menulis. Guru juga memberikan motivasi dan umpan balik agar siswa dapat memperbaiki kesalahan dan terus berkembang.
Model pembelajaran Bahasa Indonesia yang mengintegrasikan kegiatan membaca dan menulis serta dilengkapi dengan contoh kegiatan di kelas dapat membantu meningkatkan keterampilan literasi siswa SD. Dengan pembelajaran yang sederhana, aktif, dan sesuai dengan materi, siswa dapat belajar membaca dan menulis dengan lebih baik dan menyenangkan.