
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan RI periode 2019–2024, Mahfud MD, mengungkapkan bahwa salah satu anggota keluarganya ikut menjadi korban keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan di sekolah tempat cucunya belajar. Dikutip dari kanal Youtube Mahfud MD “Cucu saya juga keracunan… Iya, MBG. Di Jogja. Cucu ponakan ya,” kata Mahfud yang disiarkan Selasa (30/9/2025) malam.
Dalam pernyataannya, Mahfud tidak menyebut secara detail waktu cucunya mulai mengalami gejala keracunan. Namun, ia menyampaikan bahwa kedua cucunya bersama sejumlah teman sekolah mengalami muntah-muntah setelah mengonsumsi hidangan dari program Makan Bergizi Gratis
“Satu kelas itu delapan orang langsung muntah-muntah. Nah yang enam itu, enam dan kakaknya, kakak yang masih dirawat di rumah sakit itu habis muntah-muntah sehari disuruh pulang, bisa dirawat di rumah,” ucar Mahfud.
“Tapi yang ini (cucu satunya lagi) sampai empat hari di rumah sakit. Ada dua, bersaudara. Beda kelas. Di sekolah yang sama. Masih dirawat di rumah sakit sampai kemarin saya masih di Jogja. Sekarang mungkin hari ini sudah (membaik),” tutur beliau menjelaskan
Menanggapi hal tersebut Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyampaikan permintaan maaf kepada Menko Polhukam RI periode 2019–2024, Mahfud MD, terkait insiden yang dialami cucunya yang diduga keracunan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Yogyakarta. Ucapan maaf itu disampaikan Dadan usai menghadiri rapat bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/10).