
Dilaporkan bahwa ada peningkatan kasus flu dan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) di beberapa wilayah di Indonesia. Daya tahan tubuh masyarakat menurun saat peralihan dari musim kemarau ke musim hujan, yang menyebabkan kondisi ini terjadi.
Beberapa laporan menunjukkan peningkatan tiga puluh persen dalam jumlah pasien flu dalam dua pekan terakhir. Daerah perkotaan seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung mencatat peningkatan terbesar, terutama di kalangan anak-anak dan karyawan
Cuaca Ekstrem dan Daya Tahan Tubuh Menurun
Pakar menyebutkan virus influenza sangat mudah menyebar pada saat suhu udara tidak stabil dan kelembapan meningkat. Selain faktor cuaca, tingginya mobilitas masyarakat dan kurangnya waktu istirahat juga memperparah penyebaran penyakit musiman ini.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat agar tidak menyepelekan flu, terutama jika disertai gejala berat seperti: demam tinggi lebih dari tiga hari, katuk berdahak disertai sesak napas, nyeri otot dan kelelahan ekstrem, kehilangan nafsu makan.
Meski terjadi peningkatan kasus, pemerintah menegaskan situasi masih terkendali. Fasilitas kesehatan telah diminta meningkatkan layanan rawat jalan untuk pasien dengan gejala ringan agar tidak terjadi penumpukan di rumah sakit.
Selain itu, para ahli mengingatkan orang-orang untuk tidak menunda istirahat, makan makanan yang mengandung banyak vitamin C, dan menghindari udara dingin secara langsung. Untuk mencegah penularan di tempat kerja dan sekolah, orang dapat melakukan hal-hal sederhana seperti membawa tisu, mencuci tangan, dan memakai masker saat sakit.