
Saat penawaran umum perdana saham (IPO) selesai, hasil penjatahan saham PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) menunjukkan minat investor, terutama investor ritel, terhadap emiten perbankan itu.
Menurut informasi yang diberikan kepada investor, sebagian pemesan ritel menerima alokasi saham secara proporsional selama masa penawaran. Kondisi ini menunjukkan adanya oversubscription, atau kelebihan permintaan selama masa penawaran. Akibatnya, tidak mungkin untuk memenuhi semua pemesanan secara keseluruhan.
Setelah IPO, pertumbuhan bisnis akan didukung dengan dana hasil IPO, yang akan memperkuat struktur permodalan, dan mendukung pertumbuhan proyek yang telah direncanakan. Diharapkan langkah ini akan meningkatkan kinerja bisnis dalam jangka menengah hingga panjang.
Penjatahan saham SUPA menjadi salah satu momen yang dinantikan investor menjelang pencatatan perdana saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Di tengah sentimen pasar yang berubah-ubah, perhatian sekarang tertuju pada pergerakan harga saham SUPA pada hari pertama perdagangan.
Para analisis berpendapat Investor harus memperhatikan prospektus, kinerja fundamental bisnis, dan kondisi pasar secara keseluruhan sebelum membuat keputusan investasi lanjutan, terutama setelah IPO.