
MAN 2 Model Medan bekerja sama dengan Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dan Pembuatan Soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada Kamis, 9 Oktober 2025. Kegiatan ini diikuti oleh guru-guru MAN 2 Model Medan sebagai upaya meningkatkan kapasitas pendidik dalam merancang pembelajaran yang lebih bermakna, kritis, dan relevan dengan tuntutan abad ke-21.
Kegiatan PKM ini menghadirkan dua narasumber, yakni Dosen Politik PPKn Unimed sekaligus Direktur CV Sangpena Media yang membawakan materi mengenai Pembelajaran Mendalam dan Integrasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), serta Dosen Bahasa Indonesia FISIP UMA Mulkan A/ndika Situmorang, S.Pd., M.Pd., yang menyampaikan materi terkait penyusunan soal HOTS dan arah asesmen modern.
Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta Dikenalkan kepada Guru
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa deep learning merupakan pendekatan pembelajaran yang berfokus pada kesadaran, makna, serta kegembiraan dalam proses belajar. Tiga pilar utama deep learning, mindful learning, meaning learning, dan joyful learning dianggap mampu menghadirkan proses belajar yang bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membangun karakter kemanusiaan.
Konsep ini kemudian diintegrasikan dengan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang menonjolkan nilai-nilai kemanusiaan, empati, dan kepedulian terhadap lingkungan. KBC berlandaskan lima nilai inti, yaitu cinta kepada Tuhan, sesama manusia, ilmu pengetahuan, lingkungan, serta bangsa dan negara.

Narasumber menekankan bahwa keduanya memiliki orientasi yang sama, yaitu membentuk peserta didik yang cerdas secara intelektual sekaligus hangat secara emosional-spiritual, sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual, bermakna, dan menyentuh sisi kemanusiaan.
Guru Dibekali Konsep dan Praktik Penyusunan Soal HOTS
Sesi kedua membahas pentingnya asesmen HOTS dalam pendidikan Indonesia. Berdasarkan pemaparan narasumber, asesmen berbasis HOTS diperlukan untuk mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan abad ke-21 yang menuntut keterampilan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi (4C).
Guru Dibekali Konsep dan Praktik Penyusunan Soal HOTS
Sesi kedua membahas pentingnya asesmen HOTS dalam pendidikan Indonesia. Berdasarkan pemaparan narasumber, asesmen berbasis HOTS diperlukan untuk mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan abad ke-21 yang menuntut keterampilan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi (4C).
Guru-guru MAN 2 Model Medan diperkenalkan pada:
• Karakteristik soal HOTS, yang bersifat divergen, menggunakan konteks kehidupan nyata, dan mendorong kemampuan berpikir tingkat tinggi.
• Dasar hukum penerapan HOTS, yaitu Permendikbud Nomor 36 Tahun 2018 yang menyempurnakan Kurikulum 2013.
• Langkah-langkah penyusunan soal HOTS, mulai dari analisis tujuan pembelajaran, penyusunan kisi-kisi, pemilihan stimulus, hingga merumuskan butir soal.
Narasumber juga memaparkan contoh-contoh soal HOTS berbasis cerita dan situasi kontekstual untuk memberikan gambaran langsung kepada para guru.
Meningkatkan Kompetensi Guru untuk Pembelajaran Masa Depan
Kepala MAN 2 Model Medan menyambut baik kegiatan ini dan berharap guru-guru dapat mengimplementasikan materi yang diperoleh ke dalam proses pembelajaran dan penilaian di madrasah. Sosialisasi ini diharapkan menjadi titik awal peningkatan kualitas pembelajaran, sehingga peserta didik mampu mengembangkan daya pikir kritis, kreativitas, dan karakter yang kuat.
Kegiatan PKM ini merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di madrasah.