
Di tengah perubahan di pasar saham nasional, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kembali menunjukkan peningkatan. Dalam beberapa pekan terakhir, perusahaan batu bara milik Grup Bakrie mengalami peningkatan transaksi yang signifikan. Hal ini disebabkan oleh optimisme pasar terhadap harga batu bara global yang stabil dan prospek ekspor yang masih terbuka lebar dan akuisisi yang dilakukan oleh perusahaan tersebut.
Rencana diversifikasi bisnis BUMI dan laporan keuangan kuartal terakhir, yang menunjukkan peningkatan margin operasional, kini mulai meningkatkan pergerakan perusahaan setelah beberapa bulan stagnan. Setelah berita tentang restrukturisasi internal dan peningkatan efisiensi produksi, investor ritel tampaknya kembali mempertimbangkan saham ini sebagai opsi jangka menengah.
Menurut analis pasar, faktor pendukung utama pemulihan harga komoditas adalah kenaikan harga batu bara internasional dan kebijakan energi transisi yang bertahap di beberapa negara Asia. Analisis berpendapat BUMI sedang memanfaatkan momentum pemulihan harga komoditas. Potensi pemulihan saham sangat besar jika tren ini berlanjut.
Selain itu, perusahaan mulai memperhatikan rencananya untuk meningkatkan portofolio energi terbarukannya. Dilaporkan bahwa BUMI sedang mempertimbangkan untuk bekerja sama dengan mitra strategis untuk proyek energi hijau sebagai bagian dari transformasi menuju bisnis berkelanjutan.
Menjelang akhir tahun, pelaku pasar akan menantikan rilis laporan tahunan dan panduan kinerja 2026 sebagai sinyal arah baru perusahaan. Bagi sebagian investor, saham BUMI bukan sekadar emiten batu bara lama, melainkan simbol ketahanan perusahaan nasional di tengah perubahan global.