
Pemerintah Indonesia mengumumkan paket stimulus ekonomi senilai Rp30 triliun untuk memperkuat daya beli masyarakat serta memperluas lapangan kerja generasi muda. Kebijakan ini menjadi langkah strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga pertumbuhan ekonomi.
Paket stimulus ini meliputi bantuan langsung tunai (BLT) bagi sekitar 35 juta keluarga berpendapatan rendah. Dana akan mulai disalurkan pekan depan hingga Desember 2025. Menteri Keuangan menjelaskan, program ini bertujuan menahan penurunan daya beli masyarakat dan mendorong konsumsi rumah tangga, terutama menjelang libur panjang akhir tahun.
Selain bantuan sosial, pemerintah juga meluncurkan program maga/ng nasional besar-besaran bagi 100 ribu lulusan baru dan mahasiswa vokasi, meningkat signifikan dari 20 ribu peserta tahun lalu. Program ini memiliki anggaran tambahan sekitar Rp1,4 triliun.
Kementerian Ketenagakerjaan bekerja sama dengan Kemendikbudristek dalam pelaksanaan program ini, dengan fokus pada bidang digital, industri kreatif, kewirausahaan, serta ekonomi hijau (green economy).
Peserta akan memperoleh tunjangan insentif bulanan, pelatihan daring, serta sertifikat kompetensi nasional yang diakui dunia industri.
Sejumlah ekonom menilai langkah pemerintah ini cukup strategis karena menyasar dua aspek utama ekonomi: konsumsi masyarakat dan penyerapan tenaga kerja. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun 2026 mencapai  sekitar 5,6–5,8 persen, dengan fokus pada investasi padat karya, penguatan sektor riil, dan pemerataan pembangunan di daerah.