
Sejak Senin dini hari, hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kota Medan. Hal itu menyebabkan banjir di beberapa wilayah. Pada siang hari, air meluap ke permukiman dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Genangan air terjadi di beberapa daerah seperti Medan Marelan, Medan Johor, Jalan Medan ke Lubuk Pakam, Medan Labuhan. Menurut laporan warga Medan Labuhan banjir kerap terjadi setiap tahun. Warga pasrah berhadap pemerintah dapat menangani banjir tahunan ini.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan menyebutkan bahwa banjir kali ini dipicu oleh curah hujan tinggi serta kondisi drainase yang tidak mampu menampung debit air. Petugas telah dikerahkan ke sejumlah lokasi untuk membantu evakuasi warga dan mengatur arus lalu lintas yang terhambat.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rendah dan dekat aliran Sungai. banjir juga menyebabkan kemacetan di beberapa ruas jalan utama, seperti Jalan Gatot Subroto, Jalan Letjen Jamin Ginting, dan kawasan Ring Road. Sejumlah pengendara terpaksa memutar arah karena genangan cukup tinggi.
Melalui situs resminya, BMKG Wilayah I Medan memperkirakan bahwa dalam dua hari ke depan. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih dapat terjadi di beberapa wilayah Kota Medan dan sekitarnya. Orang-orang diminta untuk menjaga saluran air mereka tetap bersih agar tidak tersumbat dan menghindari daerah yang rawan banjir.
Hingga sore hari, air di sebagian besar daerah mulai surut. Namun, petugas tetap siaga untuk mengantisipasi hujan yang lebih lama pada malam hari.